Sidebar

Wednesday, February 3, 2010

4. Sindikat Rahasia

Seseorang dengan stelan jas hitam, celana kain hitam, bertopi ala koboy dengan warna hitam dan berperawakan tinggi besar berjalan menyusuri lorong gelap sebuah gedung tua. Sepatu pantofel hitam dan mengkilat miliknya menimbulkan efek bunyi berderap di seluruh ruangan. Langkah kaki pasti dari seseorang yang di segani oleh kalangan sindikat rahasia seluruh dunia. Sebuah selendang putih melingkar di lehernya, seperti Don Corleone dandanannya. Asap mengepul dari rokok yang terselip di antara jari telunjuk dan jari tengahnya namun asap rokok itu tidak mempengaruhi harum badannya. Berjalan berderap menuju sebuah ruangan untuk membicarakan sesuatu yang akan menentukan garis keturunan seseorang. Dia memiliki tato bunga berbentuk trisula di bahu kanannya.

Bunyi pantofel itu berhenti. Sosok orang berperawakan tinggi besar itu menghadapkan dirinya pada sebuah pintu yang berdekorasi kaca di bagian tengahnya. Kaca nya tidak seperti cermin yang memantulkan objek di depannya tetapi kaca itu transparan namun tidak jernih melainkan samar-samar. Di situ tergantung sebuah papan kecil yang bertuliskan "Ruang Direksi". Dia mengulurkan tangannya dan membuka pintu. Bunyi pintu yang mengernyit, berhasil membuat seisi ruang direksi menoleh kepada sosok yang berperawakan besar itu. Dia masuk kedalam ruangan, melewati pintu dan menutupnya. Lalu dia berdiri memandangi semua orang yang duduk melingkari meja berbentuk oval di tengah ruangan. Ruangan itu cukup besar, seperti ruang rapat yang biasa ada di kantor-kantor. Ada sebuah papan tulis putih di ujung tengah ruangan, tepatnya di belakang sebuah kursi kosong. Kursi itu adalah satu-satunya kursi yang kosong dari 20 kursi yang ada di ruang direksi.

"Selamat pagi Mr. Rosewood VII. Bagaimana perjalanan anda ke tempat ini??menyenangkan??" sambut seorang lelaki berumur 60 tahunan sambil mencium cincin yang ada di tangan kanan sosok yang bernama Rosewood VII. Rosewood VII tidak menjawab apa-apa. Dia langsung melangkahkan kaki nya menuju kursi kosong yang ada di ujung tengah ruang direksi itu. Semua orang di ruang direksi berdiri dari tempat duduknya sebagai tanda hormat kepada Rosewood VII. "Silahkan duduk" jawab Rosewood, dan mereka semua duduk kembali. Suara nya begitu dingin dan gelap. Seakan sebilah pedang menusuk kedalam jantung apabila mendengar suara dari pria ini. Dia melepas topi nya namun tidak melepas kacamata hitam yang juga tergantung pada wajahnya.

"Bagaimana dengan anak ini sir?? Dia sudah menginjak 8 tahun. Tinggal 4 tahun lagi persiapan kita untuk menyadarkan dia akan kutukan nya itu. Kita harus mendapatkan dia agar usaha leluhur kita tidak sia-sia begitu saja dan.......". Kata-kata orang itu di terhenti karena rosewood mengangkat telapak tangannya. "Aku tidak ingin mendengarkan keluhan terpendam mu yang sudah berkecamuk 3 tahun ini Johnny Howard. Kau tahu, rencana kita ini sudah pasti berhasil. Jadi apa lagi yang kau ragukan??" ucap Rosewood VII masih dengan suara dingin dan datarnya. Suaranya itu berhasil membelah semua argumen yang baru saja akan di sampaikan kepadanya. Jiwa peserta rapat di ruang direksi, tampaknya sudah terenggut akibat suara Rosewood VII yang begitu dingin dan bisa di klasifikasikan menyeramkan.

"Cukup membicarakan anak itu. Aku datang kesini bukan untuk membicarakan orang yang pasti akan mati. Bagaimana perkembangan MOW-1?? apa sudah ada berita dari mereka??" tanya Rosewood VII. Pria yang berumur 60 tahunan tadi menjawab "Sir, mereka mengatakan kalau bulan Desember ini, MOW-1 sudah bisa di luncurkan ke seluruh dunia. Dan dari berita yang terakhir saya dapatkan dari Profesor Harrold Keegan relasi R.C.W di Inggris, MOW-1 sudah bisa berdampak pada setiap manusia berapapun umur dan apapun kondisi badannya..MOW-1 sudah sangat di sempurnakan!! Betul-betul penemuan yang brilian dari anda sir Rosewood VII!!"..."Hmmm...bagus.  Secepatnya luncurkan alat itu dan biarkan dunia berada di bawah genggaman Rosewood Compagny Worldwide.." suaranya kali ini tidak sedatar tadi. Ekspresi senyum walau sangat kecil mulai tampak dari guratan di wajah Rosewood VII tapi tetap tidak mengurangi kadar ketegangan di ruang direksi itu. Hanya si pria 60 tahunan itu saja tampaknya yang sedikit sumringah karena mungkin berhasil menjilat Rosewood VII dengan perkataannya.

Rokok kembali disulut oleh Rosewood VII. Kepulan asap keluar dari dalam mulutnya. Kesan dingin tidak henti-hentinya bersandar pada sosoknya. Kesan dingin dengan kharisma yang sangat tinggi, membuat setiap orang yang bertemu atau berhadapan langsung bisa mati berdiri apabila menatap nya. Betul-betul seseorang yang menakutkan.

"Sir, kalau boleh tau negara mana yang pertama kali akan kita susupi dengan MOW-1 itu??" tanya seorang peserta rapat kepada Rosewood VII. "Inggris" jawab Rosewood singkat. Rosewood VII sangat tidak menyukai Inggris karena dia merasa sampai sekarang Inggris adalah negara yang merenggut leluhurnya dengan cara yang sangat tidak benar. Dia ingin menyusupi negara itu dengan MOW-1 nya dan merubah seluruh manusia menjadi makhluk tanpa otak. Menuruti segala apa yang di perintahkan oleh si pemilik MOW-1. Rosewood VII ingin menjajah dunia. Nazi adalah partai komunis di Jerman yang memimpikan untuk bisa menciptakan alat seperti MOW-1 buatan RCW. Berbagai percobaan sudah di lakukan oleh Nazi tapi mereka tetap tidak bisa membuat alat seperti MOW-1 dan akhirnya percobaan itu di terhenti karena kalahnya Nazi dan jatuhnya pemerintahan Hitler akibat kesombongannya.

Rosewood VII tidak memiliki status kewarganegaraan. Dia tidak ingin menjadi seorang Amerika, dia tidak ingin menjadi seorang Inggris, dan dia juga tidak ingin menjadi seorang Jerman. Dia ingin membuat negaranya sendiri dan pemerintahannya sendiri. Dia ingin membuat Bumi ini ada dalam genggamannya. Dia serakah, arogan dan mematikan. Dia ingin membuat planet yang bernama Bumi, menjadi 1 negara dengan dia berada di posisi tertinggi dalam pemerintahan. Dia ingin menjadi seorang Adolf Hitler. Dia ingin menjadi seorang Benitto Mussolini. Dia ingin menjadi seorang Fidel Castro. Dia ingin menjadi seorang Mao Zhe Dong. Dan dia adalah seorang komunis. Dia ingin menjadi tuhan atas Bumi ini.

"Kalian semua, dengarkan baik-baik perintahku!! Aku ingin agar Dunville cepat mengalami kutukan leluhurku. Apabila dia mati karena kutukan itu, maka kekuasaan ku atas Bumi ini bisa cepat terlaksana. Berharaplah kalian, agar dia bisa mati seperti keturunan Dunville ke 2 yaitu 35 tahun" ujar Rosewood VII yang di sertai anggukan para peserta rapat.

"4 tahun lagi dia akan menginjak 12 tahun. Dia akan mengalami sebuah penglihatan akan tanggal dan jam berapa dia akan meninggal. Pastikan kalian tahu tanggal dan waktunya. Curi pengelihatan anak itu bagaimanapun caranya. 4 tahun lagi, temui aku disini dan aku mengharapkan kabar baik dari kalian. Kalau kalian gagal, kalian satu persatu dan keluarganya masing-masing akan abadi dengan lapisan lilin yang akan melapisi kalian hidup-hidup. Mengerti kalian??!!". Mendadak, seluruh wajah peserta rapat berubah pucat. Beberapa ragu dan beberapa lagi langsung berpasrah pada tugas yang di berikan Rosewood VII. Wajah si pria 60 tahunan itu tidak secerah tadi. Seperti semua peserta rapat itu tau, kapan mereka akan meninggal.

Rosewood bangkit dari kursinya dan melangkah keluar tanpa mengucapkan salam perpisahan. Langkah Rosewood hanya di temani oleh 38 pasang mata yang terus memandangi nya sampai lalu dari pintu ruang direksi. Mental mereka hancur akibat konsekuensi yang di berikan oleh Rosewood VII meski tidak mereka ekspresikan secara jelas. Derap langkah Rosewood yang melalui lorong gelap di depan ruang direksi menjadi seperti suara detik jam yang menandakan berlanjut atau tidakkah hidup para peserta rapat itu di Bumi ini. Ya, mereka mendengar detik kehidupannya sendiri pada derap pantofel Rosewood. Derap sepatu yang menggambarkan detik kehidupan mereka......

-The Evans Days On Earth-

No comments:

Post a Comment