Sidebar

Thursday, February 11, 2010

5. 12 Tahun

17 Desember 1989
Kediaman Evan Mort Dunville - 15.34 WIB, Jakarta.


"HAPPY BIRTHDAY EVAN!!!!!!!!!!!!" teriak seluruh undangan kepada Evan setelah Evan meniup api pada lilin berbentuk angka 12 itu. Jane dan Thomas, orang tua Evan, menyergap Evan berbarengan dan mencium pipi Evan sambil mengucapkan selamat ulang tahun bagi anak tercintanya. Bagi mereka, Evan adalah anugerah terindah yang mereka miliki dan merupakan satu-satunya yang akan mereka miliki, walau tidak sampai akhir. Kecupan manis dari sang orang tua menandakan kalau sekarang setiap undangan dapat memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Evan. Satu persatu, teman-teman Evan yang hadir bergantian menyalami Evan dan mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya. Tidak ada raut muka sedih pada hari itu. Semua berbahagia. Dan seperti biasa, Nina dan Steven baru saja datang, dengan alasan macet.

"Halooo Evan, maaf om telat. Biasa, Jakarta macet parah van! kamu tau sendiri, sekarang mobil banyak banget di Jakarta..." kata Steven dengan wajah sedikit memelas kepada Evan. "Ahh, si om mah! Udah tau aku ulang tahun jam 7 tadi, sekarang udah jam 8 baru dateng. Tukang telat nih emang dari dulu!!" gumam Evan menggerutu. "Aduuh, Evan sayaaaanngg. Tante udah berangkat dari jam 5 sore tau, tapi si om kamu itu bawa mobil nya lama. Udah tau dari Bekasi ke Pluit kan jauh yah??" kata Nina menyalahkan Steven. "Ini van, hadiah kamu. Mama papa mana??" kata Nina sambil menyerahkan bingkisan yang besarnya hampir setengah badan anak berumur 12 tahun. Sontak, Evan yang tadinya menggerutu langsung berubah senang karena kado yang besar baru saja di dapatnya dari kawan mama nya yang langganan telat setiap ada acara. "WAHHH, thanks yah om, tante..!!hehe..mama papa tuh lagi di meja makan. Lagi ngobrol sama orang tuanya teman-teman aku.." kata Evan sambil menunjuk ke arah Jane dan Thomas yang sedang berbincang bersama beberapa orang tua lainnya yang pada hari itu datang menemani anaknya memenuhi undangan ulang tahun Evan yang ke 12. "haha..dasar kamu Van. Dikasih hadiah langsung baik. Om kesana dulu yahh.." kata Steven sambil mengacak-ngacak rambut Evan.