"PERINTAHKAN SELURUH PERAJURIT UNTUK BERSIAP-SIAP DI POS JAGANYA, INI SERANGAN MENDADAK!!! SANGAT MENJIJIKAN SEKALI!!!!!!" teriak seorang dengan tubuh tinggi tegap dan berjanggut sedikit tebal tapi tidak terlalu panjang. Mata nya bulat hitam dan tajam, tanda kesigapan dan ketelitian nya yang tanpa batas. Jubah merah dengan motif kesatria yang anggun, menambah kharisma dan wibawa nya dalam memimpin 15.000 prajuritnya. Dia adalah Louis Theodore Mort Dunville, raja Olinesia.
Olinesia adalah kerajaan kecil yang berada di sebelah barat daya Britania Raya, tepatnya berbatasan dengan Plymouth. Kerajaan ini memang tidak pernah tersentuh oleh sejarah karena peradaban kerajaan ini hilang pada saat perang Raja Philips menggelora (1675-1676). Penduduk nya berjumlah 8.000 wanita dan anak-anak, belum termasuk laki-laki.
King Louis T. memerintahkan 5 jendral besar nya agar mengerahkan seluruh perajurit yang dimiliki Olinesia untuk membendung serangan dari para penduduk asli Amerika yang di pimpin Metacomet atau yang lebih di kenal dengan King Philip. Mereka berjumlah 30.000 prajurit pada saat melakukan ekspansi ke Olinesia dan di pimpin oleh Daniel Rosewood.
"Apa yang harus kami lakukan paduka?? mereka 2x lipat lebih banyak dari pada jumlah kita!!! kita tidak mungkin mengalahkan mereka..." ujar Jendral Edward Mayflower kepada King Louis T. "Menjijikan dirimu Mayflower!!!!! kau tidak memiliki semangat juang orang-orang Olinesia!!! kalau saja tidak sedang dalam keadaan genting seperti ini, kepala mu sudah kujadikan hiasan di ruang makan kerajaan!!!!" teriak King Louis marah. "Sekarang, aku bertanya kepada kalian!. Siapa yang ingin mundur dari tanggung jawab nya kali ini, silahkan mundur dan lari sambil menanggung rasa malu karena telah mengkhianati Olinesia, tapi bagi yang ingin terus maju mempertahankan Olinesia sampai titik darah penghabisannya , silahkan tetap berdiri di tempatnya masing-masing!!!"....mereka semua terdiam. Entah ingin menyerah atau bertahan, emosi mereka dan semangat mereka sudah tidak ada bedanya. Tapi hanya 1 kondisi yang bisa tergambar dari raut wajah mereka masing-masing yang tertunduk ke tanah, mereka semua takut. Hanya King Louis sendiri yang menunjukan semangatnya untuk mempertahankan Olinesia. Akhirnya, paduka raja angkat bicara..."Tidak ada gunanya mengangkat kalian menjadi jendral untuk mempertahankan Olinesia!!! Kalian boleh pergi dan tinggal kan Olinesia, dan biarkan aku saja yang berperang sampai mati demi Olinesia!!!"...Dengan emosi yang meluap, raja menarik pedangnya dan langsung berjalan tegap melewati kelima jendral nya yang berdiri di sebelah kiri dan kanannya dengan wajah tertunduk.Mereka terlalu takut menghadapi 30.000 orang pribumi Amerika. Mereka terlalu terbuai oleh kedamaian yang selama ini menghinggapi bumi Olinesia. Hanya King Louis T. yang maju sendiri untuk berperang. Memimpin langsung seluruh prajuritnya di atas panasnya tanah yang nanti nya akan menjadi lautan darah manusia.
Dilain tempat, di pihak pribumi Amerika, mereka memiliki seorang jendral yang bernama Daniel Rosewood. Bisa di bilang, Daniel adalah tangan kanan King Philips dan pengikut Daniel Rosewood sudah cukup berkembang karena memang, Daniel sangat di sukai di negerinya. Meski dirinya sangat di elu-elu kan di negeri kelahirannya sendiri, namun Daniel memiliki sebuah keanehan. Keanehan yang tidak di ketahui oleh orang-orang sekitarnya. Dan pada hari itu, Daniel Rosewood lah yang memimpin baris kanan dari 3 baris pasukan pribumi Amerika. D. Rosewood, memiliki gambar bunga yang menyerupai trisula di bahu atas tangan kanannya.
Pasukan pribumi Amerika sudah sampai di depan tembok Olinesia. Penduduk Olinesia semua nya di landa oleh ketakutan yang begitu mencekam. Mereka semua tidak bisa kemana-mana karena memang seluruh arah sudah di kepung oleh pribumi Amerika. Mereka ingin memusnahkan seluruh Olinesia karena pemberontakan yang sedang mereka lancarkan ke pemerintahan Inggris. King Louis T. keluar dari istana kerajaan dan 15.000 orang prajuritnya, bersama terus mengawal dirinya. Semangat prajurit ini, jauh lebih baik di bandingkan dengan ke 5 jendral-jendral nya.
"Hari ini, Olinesia akan di pertaruhkan!!! mari kita semua bertarung sampai mati demi kejayaan Olinesia!!! Jangan ada kata tunduk kepada musuh, tapi mari kita habisi mereka semua agar mereka tau siapa kita sebenarnya!!!" ucap King Louis T.. Tidak lama setelah dia mengakhiri kata-katanya itu, tembok kerajaan jebol seluruhnya. Entah dengan kekuatan apa, tembok setebak 4 meter itu bisa mereka jebol secara bersamaan dari segala arah. Olinesia terkepung dari 8 penjuru!!! "Baik para pahlawan, saat nya menentukan sejarah bagi anak cucu kita, SERANGGG!!!!"
Pertempuran berlangsung. Prajurit Olinesia dan King Louis yang di serang dari ke 8 penjuru ternyata bisa memberikan perlawanan berarti. Pada awal pertempuran, mereka bisa menahan bahkan mengalahkan hampir semua pribumi Amerika yang masuk di teritorial Olinesia. 2000 orang pribumi Amerika tewas pada serangan di dalam wilayah Olinesia waktu itu. Kali ini pasukan Olinesia berjalan beriringan keluar gerbang Olinesia, ke daerah yang adalah padang rumput luas. Ternyata kali ini pribumi Amerika tidak menggunakan taktik ambush seperti yang pertama mereka lakukan, tapi mereka menunggu di depan gerbang Olinesia dengan diam. Itu adalah taktik yang di serukan oleh Daniel Rosewood.
"Mau apa kalian menyerang Olinesia??!!!" seru King Louis T.."Kalian adalah koloni Inggris!!! Yang memperlakukan kami juga seperti binatang!!! kalian tidak akan kami biarkan hidup!!!" seru Daniel Rosewood. "Tapi tidak ada pribumi Amerika di Olinesia!! Alasan kalian menyerang kami adalah sebuah kesalahan!!! Kami tidak pernah memperlakukan pribumi Amerika layaknya binatang di Olinesia karena memang tidak ada pribumi Amerika disini!!!" balas King Louis T berdiplomasi. "Aku tidak peduli akan alasan mu Theodore!!! Kalian adalah bagian dari kerajaan Inggris, maka kalian juga adalah musuh pribumi Amerika!!! sekarang, bersiaplah untuk menghadap tahta pengadilan mu!!!!". Setelah mengatakan itu, 27.000 pribumi Amerika menyerang Prajurit Olinesia yang berjumlah kurang lebih 11.000 orang. Mereka mulai gentar menghadapi nya, tapi King Louis tetap memberikan mereka semangat dengan kata-katanya yang keras. Maka majulah mereka berperang.
Kerumunan orang yang tak terhitung banyaknya bertabrakan seperti pasir yang di adukan dengan pasir. Mereka berkelahi tanpa mengenal ampun. Membela bendera nya sendiri sampai titik darah penghabisan. King Louis T. dan Daniel Rosewood langsung berhadapan muka dengan muka, dan pedang dengan pedang pada saat itu. King Louis mengayunkan pedangnya, namun berhasil di tangkis dengan sigap juga oleh pedang milik D. Rosewood. Tendangan melayang ke arah perut Rosewood. Rosewood mundur beberapa langkah. King Louis mengayunkan pedangnya di atas kepala dengan sekuat-kuatnya, namun sekali lagi D. Rosewood berhasil menangkisnya. Kali ini, Rosewood terpental setelah menangkis ayunan pedang King Louis. King Louis tidak berhenti melancarkan serangan. Dia membabi buta mengayunkan pedangnya ke arah Rosewood namun berhasil di tangkis dengan susah payah oleh Rosewood. Bunyi pedang berbenturan, bergemuruh layaknya petir yang menggelegar. Muncratan darah yang sudah seperti air, bertebaran di mana-mana. Banyak bagian-bagian badan yang terpisah akibat peperangan ini. King Louis terus menyerang Rosewood tanpa memberinya kesempatan sama sekali. Rosewood benar-benar kewalahan menghadapi King Louis yang kemampuan nya sangat jauh di banding dirinya. Namun, kali ini Rosewood berhasil menahan laju ayunan pedang King Louis dan memukulnya dengan tangan kirinya.
Rosewood mengarahkan ayunan pedangnya ke wajah sebelah kiri King Louis, namun dia berhasil menundukan badannya sehingga pedangnya lewat dan memotong rambut nya. Tapi secara cepat, pedang Rosewood sudah mengarah ke bagian bawah dimana wajah King Louis masih menunduk, namun dengan sigap, King Louis berhasil menghindar lagi. "Kau tidak akan bisa membunuh ku Rosewood!!!"..."Kita lihat saja, paduka!!!"...Rosewood kini menusukan pedangnya tepat menuju ke arah jantung King Louis namun, berhasil di tangkis dengan ayunan pedang juga oleh King Louis, dan pedang milik Rosewood terpental jauh. Rosewood tidak bersenjata kali ini. "Kau lihat Rosewood?? Kau dan para pemberontak pimpinanmu akan kalah hari ini..HADAPI AJAL MU!!!!" Rosewood belum sempat berkata-kata dan pedang bermata 1 milik King Louis sudah menembus perut Rosewood. Rosewood kalah.
"Urghh...!!!!!" erang Rosewood kesakitan. "Haha..kalian tidak bisa menghancurkan Olinesia!!!" balas King Louis. "Ooo..rran..Oorangg kkuu..uu..urghh..Ttt..iii..dddaakk ddakkk..akkk kkan..tiingg ttingggal, ddiii diiaam!!! KING LOUIS THEODORE MORT DUNVILLE!!!!!!! TERIMA KUTUKAN KU!!!!!!!!" dengan cepat tangan kanan Daniel Rosewood mencengkram kepala King Louis. King Louis tak berdaya. Secara seketika, dia mendapatkan penglihatan, kalau hari ini dia akan mati dengan di tusuk oleh 1000 pedang...Penglihatan itu berlangsung secara cepat dan berulang-ulang di bagian King Louis di tusuk, dan ini menyebabkan dia frustasi mendadak..!! Rosewood melepaskan tangan kanan nya dan King Louis juga melepaskan genggaman pedangnya. Pedang King Louis, masih tertancap di perut Daniel Rosewood.
"King Louis, keturunan ke 7 mu tidak akan ku lepaskan!!!! semua di mulai dari mu, King Louis!!! lalu anak mu, sampai keturunan ke 7!!! mereka semua akan tau, kapan mereka mengalami kematian!!! HAHAHAHA.." King Louis mundur menjauh dari Rosewood. Dia mengerang kesakitan karena penglihatan itu sambil memegang kepala dengan kedua tangannya. Badannya tidak bisa di kendalikannya. Dia mengamuk kesana kemari.
Pribumi Amerika yang melihat D. Rosewood telah gugur, langsung terguncang emosinya. Mereka marah. Pembantaian besar-besaran terhadap Olinesia baru dimulai. Dengan drastis, pasukan Olinesia tewas 1 persatu. Mereka betul-betul tidak di berikan ampun. King Louis yang masih menderita penglihatan itu, masih berlari kesana-kemari akibat kesakitan akan kesadaran nya. Ia menjadi gila. Hujaman pedang pertama di terima nya. Lalu kedua, ketiga dan seterusnya. Tampaknya semua pribumi Amerika ingin menusukan pedangnya di tubuh King Louis karena telah membunuh orang yang betul-betul berharga bagi mereka. King Louis tewas, dengan 1000 tusukan pedang.
Hari itu, pemusnahan terjadi. Olinesia di habiskan tanpa sisa. Hanya istri King Louis dan anaknya yang berhasil melarikan diri ke Amsterdam. Mereka menjadi orang asing di sana.
Olinesia bersih tanpa jejak dan mayat-mayat bergelimpangan dimana-mana. Olinesia, punah dari peradaban.
Anak King Louis T. bernama Joseph Mort Georgia. Dan dia mengetahui kapan dia meninggal, yaitu di umur 35 tahun, 18 Agustus 1711. Dia mengetahui itu, dan selama 3 tahun terakhir sebelum akhir hidupnya, dia selalu mengatakan "there will be another Dunville one day..."..
Kutukan Daniel Rosewood, hidup di dalam tubuh keturunan King Louis Theodore Mort Dunville...

No comments:
Post a Comment