19 Desember 1977, 16.55 WIB
RSTM, Jakarta, Indonesia
Suara tangisan itu memecahkan suasana tegang yang menghampiri selama kurang lebih 3 jam di Rumah Sakit Tjipto Mangunkusumo. Artikan sebagai sebuah jeritan tanda senang karena dia akhirnya bisa menghirup udara segar dunia yang baru baginya tangis itu namun bisa artikan juga kalau tangisnya itu adalah awal mula dari seluruh penderitaan nya. Dia tidak mengetahui apa-apa dan juga dia tidak meminta untuk di lahirkan dengan mengemban nama keluarga Mort yang sekarang sudah bertengger mesra di pundak kecilnya itu. Dia sangat tidak pantas untuk mengemban beban buah perilaku dari para leluhurnya itu. Terlalu murni untuk di campur adukan dengan limbah kotoran yang turun temurun menguasai keluarga itu. Dan kali ini limbah itu dengan segala kekejian nya menguasai dan bahkan merenggut bayi yang sama sekali belum bernoda dengan paksa, merasuk dan mengkonsumsi setiap sumsum tulang bayi yang masih empuk juga menempati setiap celah di rongga dada nya...Menduduki setiap sudut dari tubuh bayi itu, dan di detik hidup pertama sang bayi, bayi itu sudah menyimpan tanggal kematian nya sendiri dan dia akan tahu itu segera....
The Evan's Days On Earth
"ohh thom lihat dia, dia sangat mirip dengan Jessica. Mata hitam nya itu benar-benar mirip dengan Jessica. Aku tak bisa membayangkan bila Jessica melihat nya saat ini, dia pasti sangat senang melihat anak nya.." ucap Jane Brown kepada Thomas Wijaya suaminya. Jane Brown adalah seorang wanita Belanda yang tinggal dan menetap di Indonesia. Dia tinggal di Indonesia semenjak masih berusia 12 tahun dan sekarang usianya sudah menginjak kepala 3, tepatnya 35 tahun. Namun dia dan Thomas Wijaya, seorang pria asal Bandung yang adalah suaminya, tidak bisa memiliki keturunan karena Jane mandul dan Thomas karena cintanya yang begitu besar terhadap Jane, bisa menerima keadaan Jane yang tidak bisa memberinya keturunan. Thomas dan Jane adalah kawan karib Jessica Mort, teman Jane dari dia kecil. Dan Jessica Mort adalah ibu dari anak yang sekarang sedang menangis meraung di atas gendongan Jane. Jessica meninggal sewaktu melahirkan anak itu dan sekarang, hak asuh itu akan jatuh ke tangan Jane dan Thomas karena permintaan dari Jessica semasa hidupnya. Jessica tau, kapan waktu nya dia akan meninggal...
"Thomas, kita harus menyiapkan semua peralatan anak ini. Aku gak mau mengabaikan amanat Jessica yang menyuruh kita mengasuh anak ini. Kita harus menyayangi anak ini layaknya anak kandung kita sendiri Thom..." ucap Jane. "Aku mengerti, tapi aku masih tidak percaya dengan apa yang di ucap kan Jessica waktu itu dan ternyata itu menjadi kenyataan. Bahkan, setelah menjadi kenyataan, aku masih tidak percaya kalau ucapan Jessica itu benar. Dia benar-benar meninggal setelah melahirkan anak ini...".."Jessica memang aneh 3 bulan yang lalu Thom, dia selalu berbicara tentang kematian nya sendiri dan bahkan, dia menyebutkan tanggal tepatnya...".."Aku masih belum bisa menerima apa yang di alami oleh Jessica.." ujar Thom seraya memperlihatkan wajah sedihnya..."Tenang Thom, Jessica sudah tenang disana. Sekarang, kita harus membuat dia bangga dengan mengasuh anak ini sebaik-baiknya. Kita jalankan amanat dari nya untuk mengasuh anak ini..." kata Jane bijak. "Dia bilang tidak, tentang nama yang harus kita berikan kepada anak ini..??" tanya Thom. "Iya. Dia sampaikan itu 3 hari yang lalu.".."Lalu, nama apa yang harus kita berikan??".."Evan, Evan Mort Dunville...Aku sempat menanyakan kenapa dia menginginkan anak nya agar di beri nama seperti itu tapi, dia hanya bilang kalau Dunville adalah keturunan terakhir...aku tidak mengerti apa yang di maksudnya.." balas Jane. Thom bergumam, dan mengernyitkan dahinya. Seakan ingin bicara, tapi tidak jadi. Gerak-gerik Thom setelah mendengar kata Dunville menjadi sangat aneh. Jane angkat bicara "kenapa Thom?? ada yang salah??".."ohhh, nothing..gak ada apa-apa kok..ya sudah, namakan dia Evan dan langsung saja kita bawa kerumah dan kita asuh dia seperti anak kita sendiri Jane. Okay??"..."YEAHH!!...finally, we're gonna hear a baby's voice in our home...i love it..i love u too Thom..thanks..".."your welcome honey.."..
"Evan Mort Dunville...Penerus keturunan Mort dan akan menjadi yang terakhir dari garis kerajaan Mort...Dia adalah Dunville yang kita tunggu-tunggu selama 6 keturunan dan akhirnya dia lahir ke Bumi. Kita sadarkan dia dari bangunnya pada usia ke 12 tahun...Kita sadarkan dia tentang kutukan yang harus di embannya...Garis keturunannya harus musnah sampai di dirinya saja..." ucap seorang pria kepada temannya melalui telefon genggam. Sebuah konspirasi penyadaran pada seorang anak bahwa dia telah mengidap sebuah kutukan keluarga yang berhenti pada dirinya. Dia akan tau, kapan dia akan meninggal, layaknya seperti ibu kandungnya...
-The Evan's Days On Earth-

kren dra kren awalnya aja udah bikin penasaran
ReplyDeletegood job (Y)